Workshop “Yuk Bermain dengan Matematika !” tanggal 5 Desember 2015 bersama Ibu Dra. Diennaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi

Workshop “Yuk Bermain dengan Matematika !” tanggal 5 Desember 2015 bersama Ibu Dra. Diennaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi

image

Acara Workshop “Yuk, Bermain dengan Matematika !” dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2015. Peserta dihadiri 98 orang dari 101 peserta yang mendaftar.

Pembukaan diawali dengan perkenalan Taman Pengembangan Anak Makara yang dibawakan oleh MC sekaligus Moderator, Luh Surini Yulia Savitri, M.Psi. Selanjutnya, MC memperkenalkan narasumber dan membacakan secara singkat CV dari Ibu Diennaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi atau biasa disapa Ibu Dini. Narasumber membuka materi dengan 10 pertanyaan yang harus dijawab seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan paparan materi.

Menurut Ibu Dini, Matematika bukan sekedar angka melainkan tentang logika dan komunikasi. Anak juga harus paham dan bisa mengaplikasikannya bukan sekedar menghafal. Pendidikan matematika yang menyenangkan perlu memperhatikan konsep, bahasa, simbol, dan pengoperasiannya. Dalam mengajarkan matematika perlu diperhatikan waktunya yang cukup, caranya yang menyenangkan, dapat me-visualisasikannya, komunikatif berdialog dua arah, ajak anak untuk terlibat aktif, memberikan contoh yang dekat dengan pengalaman anak sehari-hari, sabar menerangkan pada anak.

Ibu Dini memaparkan bahwa ciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar kerja otak anak maksimal. Pendekatan yang menyenangkan seperti:

  • Role play dimana anak berkomunikasi. Ada yang jadi saya dan ada yang jadi ibu.
  • Melalui film
  • Melalui dongeng dari buku penjumlahan. Guru mendongeng dan anak diminta bergiliran membuat dongeng dengan penjumlahan.
  • Field trip
  • Latihan-Latihan

Perlu diingat bahwa anak diberikan waktu istirahat yang cukup agar lebih menyerap informasi dibandingkan terus menerus harus belajar tanpa henti. Keuntungan belajar dengan menyenangkan adalah:

  • Anak terbiasa berkomunikasi dan menerangkan (mengeluarkan ide)
  • Anak dilatih berfikir fleksibel & logis
  • Anak terlatih untuk berbagi dan mengenal rasa adil melalui sifat dari kegiatan matematika seperti membagi
  • Anak akan merasa senang dan menimbulkan rasa ingin tahu
  • Karena mengerti kepercayaan diri anak akan terbentuk.

Selanjutnya, Ibu Dini menerangkan awalnya tercipta angka karena zaman dulu para penggembala membawa dombanya dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka harus tahu yang mana dombanya  dan jumlahnya harus sama ketika keluar kandang dan masuk kandang. Oleh karena itu mereka harus bisa menghitung. Untuk bisa menghitung setiap kambing ditandai batu untuk satu kambing. Jadi jumlah kambing sama dengan jumlah batu. Disitulah perhitungan di mulai. Kemudian Ibu Dini memberikan contoh cara menghitung penjumlahan
visualisasi formal dan simbol.

Setelah semua materi disampaikan, kegiatan role play dimulai. Peserta membagi kelompok menjadi 10 orang/ kelompok dan didampingi oleh 1 orang fasilitator role play dari TPAM. Terdapat 10 kegiatan role play yang bertemakan matematika yaitu: kegiatan berdagang, membuat bola kertas, lempar dadu, menimbang benda, number bond kacang merah, pecahan balok kayu, mengambil benda dari kantong, menuang air ke dalam wadah, bermain pola warna, mengukur benda dengan menggunakan sedotan dan stik es krim. Masing-masing kelompok setelah selesai dengan kegiatan pertama boleh ke area role play lainnya. Waktu yang diberikan adalah 30 menit. Setelah selesai role play, peserta kembali ke ruangan acara.

Acara dilanjutkan dengan evaluasi peserta terhadap kegiatan role play yang dilakukan dan tanya jawab. Acara ditutup dengan pembagian 3 doorprize dari Pigeon dan penyerahan sertifikat kepada Narasumber.

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty

X